Posts Tagged ‘Creative Marketing’

Rich Media Banner (seri 10 dari 10)

August 10th, 2009

rich media bannerBanner ad atau iklan banner adalah pendekatan yang paling diminati oleh para pemilik brand. Penyebabnya kurang lebih karena pemasangan banner adalah turunan dari iklan print/banner outdoor (non-online/non-digital). Sehingga bentuknya mudah dimengerti dan lebih mudah memperoleh justifikasi.

Rich Media Banner merupakan pengembangan dari iklan banner yang cenderung statik. Berbeda dengan banner biasa, rich media banner dapat disisipi beberapa kampanye yang interaktif, sehingga lebih memberikan more..

Toolbar yang Sering Dilupakan (seri 9 dari 10)

May 19th, 2009

toolbarToolbar adalah salah satu media iklan online yang cukup masif dalam hal eksposur. Dia hadir di peselancar (browser seperti Internet Explorer, Mozilla Firefox, Safari, Flock, Opera dan banyak browser lainnya) setiap kali pengguna menjelajah web. Dan ikut kemanapun user pergi dengan browsernya, toolbar akan selalu tampil. Apa saja yang bisa dielaborasi dari toolbar untuk keperluan marketing? more..

E-Newsletter yang Intrusif (Seri 8 dari 10)

May 12th, 2009

inbox-newsletterPengantar: Setelah hampir satu bulan blog ini mengalami mode hiatus, kini kami kembali dengan lanjutan seri artikel strategi marketing online yang pintar.

E-Newsletter adalah salah satu alat marketing online yang paling intrusif. Jika website hanya tampil jika user membukanya, maka email akan langsung masuk ke inbox meskipun pada awalnya orang yang bersangkutan tidak menginginkannya. Bayangkan jika Anda sebagai pemasar, dapat mengirimkan promo-promo, atau informasi terbaru terhadap pelanggan maupun calon pelanggan Anda, langsung di inbox, bersama email penting lainnya. Sungguh menggoda. Menurut survey Nielsen more..

MicroSite – menghadirkan experience (seri 7 dari 10)

March 31st, 2009

sample_viral_marketing1Banyak brand di Indonesia yang menggunakan microsite digabungkan dengan viral marketing(pesan berantai) sebagai media untuk kampanye online. Microsite adalah semacam website mini, yang hanya berisi beberapa halaman. Biasanya dibuat penuh dengan flash/animasi, banner promo dan antarmuka yang menyolok. Lebih lengkap lagi jika disertai permainan atau kuis berhadiah. Rata-rata microsite dibuat untuk kampanye dalam jangka waktu tertentu, lalu dinonaktifkan. Atau bisa juga didiamkan, untuk diaktivasikan lagi dengan pesan kampanye yang berbeda di lain waktu.

Beberapa contoh kampanye microsite yang digabungkan dengan viral atau banner adalah: more..

Pamer Foto di Flickr (seri 6 dari 10)

March 27th, 2009

flickr11Jika video sudah dimanfaatkan BlendTec untuk promosi blendernya, maka Flickr juga bisa dimanfaatkan sebagai media marketing. Buat yang belum tahu, Flickr adalah satu situs yang dimiliki oleh Yahoo untuk berbagi foto. Anda dapat menggunakan layanan Flickr secara gratis, cukup mendaftarkan account yahoo. Meskipun demikian, ada pilihan untuk pro, yang mengangkat batasan jika ingin mengupload foto dalam jumlah banyak.

Patut digaris bawahi bahwa di Flickr, ToS (Term of Service)-nya melarang penggunaan more..

Cit cit cuit.. Dengan Twitter (seri 5 dari 10)

March 24th, 2009

adam-denison1Belum banyak yang mengenal Twitter di Indonesia. Di tulisan sebelumnya, telah saya sampaikan tips bagaimana menggunakan Twitter untuk kepentingan marketing. Di sini, kita akan paparkan sedikit angka-angka dan layanan di seputar Twitter. Dan artikel akan ditutup dengan beberapa contoh kasus bagaimana twitter di gunakan merk-merk besar, dan apa komentar mereka terhadap efektifitasnya.

Twitter didirikan oleh Jack Dorsey, Noah Glass, Biz Stone, dan Evan Williams pada akhir Oktober 2006. Layanan ini memperoleh popularitas semenjak Maret 2007. Dari data ComScore tahun 2008, pengunjung Twitter meningkat lima kali lipat dari tahun sebelumnya hingga mencapai more..

Komunitas Online untuk Hobi (Seri 3 dari 10)

March 17th, 2009

urban-rangerJika Anda memiliki produk-produk yang berkaitan dengan hobi (atau profesi tertentu), maka Anda bisa membangun sebuah komunitas bersama. Beberapa contoh produk seperti ini adalah produk otomotif, gadget, rokok dan kamera. Atau produk layanan yang bersifat premium (orang yang menggunakan suatu produk bukan hanya karena fungsinya, tapi untuk gaya hidup). Pengguna produk-produk tersebut memiliki value yang sama terhadap sesuatu, sehingga cenderung fanatik terhadap brand tertentu.

Beberapa contoh produk tersebut misalnya:

  1. Dalam bidang otomotif, misalnya Jeep merawat komunitas Urban Ranger untuk saling berbagi pengalaman.
  2. Dalam bidang fotografi, Fujifilm menciptakan komunitas Z Spot Now untuk berbagi foto dan trik.
  3. Nike membuat komunitas Loopd untuk surfer, pecinta BMX dan aktivitas sejenis.

Dengan memelihara secara resmi komunitas-komunitas semacam itu, pemilik brand dapat mengetahui dengan jelas, apa yang diinginkan oleh customer mereka. Feedback dan kritik dapat dikumpulkan tanpa harus keluar biaya banyak. Bahkan jika ingin meluncurkan produk, komunitas ini dapat digunakan sebagai tim Focus Group Discussion. Keduanya sama-sama untung. Pengguna memperoleh produk yang semakin mendekati yang mereka inginkan. Pemilik brand dapat lebih fokus pada pengembangannya, yang ujungnya adalah peningkatan loyalitas.

Pendekatan Kreatif untuk Marketing Online (Seri 1 dari 10)

March 13th, 2009

Jika sebuah merek atau sebuah perusahaan ingin online, pasti yang terpikirkan pertama kali adalah website dan email. Itu adalah alat standar yang digunakan. Dengan website yang berisi informasi standar perusahaan, dan email untuk berkomunikasi, mungkin cukup untuk 5 tahun yang lalu. Tapi sekarang ini, di saat pertumbuhan website dan pertumbuhan pengguna Internet berkembang pesat, perlu tambahan amunisi agar online presence kita dapat memberi dampak.

Dalam tulisan berseri ini kami ingin menyajikan beberapa studi kasus merk-merk di luar, yang memiliki pendekatan kreatif tanpa harus keluar biaya relatif besar.

more..

TAGS