Jika Anda memiliki produk-produk yang berkaitan dengan hobi (atau profesi tertentu), maka Anda bisa membangun sebuah komunitas bersama. Beberapa contoh produk seperti ini adalah produk otomotif, gadget, rokok dan kamera. Atau produk layanan yang bersifat premium (orang yang menggunakan suatu produk bukan hanya karena fungsinya, tapi untuk gaya hidup). Pengguna produk-produk tersebut memiliki value yang sama terhadap sesuatu, sehingga cenderung fanatik terhadap brand tertentu.
Beberapa contoh produk tersebut misalnya:
- Dalam bidang otomotif, misalnya Jeep merawat komunitas Urban Ranger untuk saling berbagi pengalaman.
- Dalam bidang fotografi, Fujifilm menciptakan komunitas Z Spot Now untuk berbagi foto dan trik.
- Nike membuat komunitas Loopd untuk surfer, pecinta BMX dan aktivitas sejenis.
Dengan memelihara secara resmi komunitas-komunitas semacam itu, pemilik brand dapat mengetahui dengan jelas, apa yang diinginkan oleh customer mereka. Feedback dan kritik dapat dikumpulkan tanpa harus keluar biaya banyak. Bahkan jika ingin meluncurkan produk, komunitas ini dapat digunakan sebagai tim Focus Group Discussion. Keduanya sama-sama untung. Pengguna memperoleh produk yang semakin mendekati yang mereka inginkan. Pemilik brand dapat lebih fokus pada pengembangannya, yang ujungnya adalah peningkatan loyalitas.