Beriklan di jejaring sosial ternyata masih menyimpan kendala bagi agency dan marketer di Amerika. Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan e-marketer, kebingungan darimana untuk mulai ternyata masih menjadi kendala yang paling besar. Padahal pengguna Facebook, hingga tulisan ini dibuat (september 2009) hampir mencapai 9.7 juta dengan rata-rata pendaftar baru 70 ribu orang per hari. Apa yang salah?
Selain tidak tahu darimana memulai, para marketer dan agency juga belum menemukan formula bagaimana mengukur efektivitas iklan di sebuah jejaring sosial. Padahal, secara teknis ada banyak cara untuk mengukurnya. Sebelum kita bahas kedua isu di atas, kita lihat daftar lengkapnya, apa saja yang menjadi kendala bagi marketer maupun agency untuk beriklan di jejaring sosial seperti facebook. Presentase dari jawaban ini untuk M (marketer/pemilik merk) dan A(agency/planner)
- Tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang jejaring sosial sehingga tidak tahu dari mana harus memulai (M:37%, A:31%)
- Belum ketemu cara yang efektif untuk mengukur efektivitas jejaring sosial (M:37%, A:38%)
- Tidak ada dana untuk jejaring sosial di budget (M:26%, A:24%)
- Tidak punya waktu untuk investasi memulai marketing di jejaring sosial sekarang (M:25%, A:17%)
- Belum ada strategi yang teruji bagi media sosial (M:19%, A:31%)
- Halangan legalitas untuk melakukan jenis marketing di jejaring sosial (M:15%, A:9%)
- Jejaring sosial tidak terlihat digunakan secara baik oleh karyawan (M:7%, A:10%)
- Lainnya (M:9%, A:9%)
- Tidak ada kendala (M:18%, A:21%)
Tidak Memiliki Pengetahuan yang Cukup
Setidaknya hingga tulisan ini dibuat, sudah cukup banyak agency yang mengkhususkan diri pada media online termasuk di antaranya jejaring sosial. Di Indonesia, selain Ocentrum (host blog ini), juga ada Admax, Interactive Hub, Magnivate, Virus Communication, Virtual Consulting dan banyak lainnya. Anda sebagai pemilik brand atau marketer yang ingin menambah pengetahuan tentang marketing online di Internet (secara umum), ataupun khusus jejaring sosial, bisa memanfaatkan agency-agency tersebut.
Belum Ketemu Cara Mengukur Efektifitas Marketing di Jejaring Sosial
Pada dasarnya, apa yang bisa diukur pada media konvensional, dapat pula di ukur pada media Internet (termasuk jejaring sosial). Misalnya jika pada televisi menghitungnya berdasarkan rating, maka di Internet juga ada click through rate (CTR), unique visitors, unique views dan sebagainya. Bahkan dengan bantuan teknologi bisa dibuat alat ukur yang lebih komprehensif. Selain itu juga beberapa parameter yang tidak lazim, namun cukup masuk akal bisa juga dimasukkan seperti social intensity (berapa network terbentuk, berapa komentar, apakah menjadi trending topics dan seterusnya).
Jadi tunggu apa lagi?
Sebagai penutup posting, mengingat dibuat pada suasana lebaran, kami seluruh karyawan Ocentrum mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430H bagi umat muslim. Mohon maaf lahir batin. Salam.








