Banner ad atau iklan banner adalah pendekatan yang paling diminati oleh para pemilik brand. Penyebabnya kurang lebih karena pemasangan banner adalah turunan dari iklan print/banner outdoor (non-online/non-digital). Sehingga bentuknya mudah dimengerti dan lebih mudah memperoleh justifikasi.
Rich Media Banner merupakan pengembangan dari iklan banner yang cenderung statik. Berbeda dengan banner biasa, rich media banner dapat disisipi beberapa kampanye yang interaktif, sehingga lebih memberikan experience bagi penggunanya.
Beberapa bentuk rich media banner yang bisa dieksplorasi:
- Expandable Banner. Awal tampil, berupa banner kecil biasa, tapi begitu di mouse over (kursor mouse digerakkan ke banner bersangkutan) atau diklik, maka banner akan membesar.
- Sidekick Ad. Iklan tersembunyi di sebelah kanan atau kiri halaman utama. Saat user melakukan aksi tertentu (scroll, atau klik sesuatu), halaman utama akan bergeser ke samping digantikan dengan halaman iklan yang memenuhi seluruh halaman. Pengguna dapat kembali ke halaman utama kapan saja.
- Floating Ad. Iklannya seperti mengambang di halaman web, dan bergerak mengikuti kursor pengguna/arah layar yang digerakkan oleh pengguna.
- Homepage takeover. Iklannya membesar memenuhi halaman web, dan harus ditutup untuk bisa melanjutkan membaca halamannya.
Dari bentuk-bentuk di atas, beberapa model interaktivitas untuk memberikan experience bagi pengguna di antaranya:
- Game Interaktif, berisi permainan yang langsung dimainkan di tempat.
- Chat in banner/talk back, berisi ruang untuk berinteraksi secara langsung dengan brand.
- Video Interaktif, berisi video yang akan meresponse setiap aksi oleh pengunjung web
- Upload foto di banner, dapat dimanfaatkan untuk menjaring komunitas atau produk-produk yang berkaitan dengan fotografi.
- Peta di banner, mengeksplorasi peta yang ditampilkan di banner. Misal menunjukkan outlet terdekat dari pengunjung.
Meskipun menjanjikan experience yang lebih baik bagi pengunjung, namun rich media banner memiliki kelemahan:
- Tergantung dengan teknologi tertentu. Di Internet, untuk bisa membuka banner interaktif dibutuhkan teknologi tertentu seperti Adobe Flash Player, atau Microsoft Silverlight. Tentu tidak semua pengunjung memiliki pemutar aplikasi tersebut. Perlu dibuat profiling terlebih dahulu, perambah (browser) apa yang digunakan oleh pengunjung, dan apakah mereka memiliki player yang dimaksud untuk menjalankan rich media bannernya.
- Rich media banner memilik ukuran relatif besar, sedangkan koneksi Internet pengguna beragam sekali jenisnya. Ada yang lewat dial up, GPRS, ISDN dan seterusnya. Sama seperti point sebelumnya, perlu dibuat profiling terlebih dahulu, apa koneksi yang digunakan oleh mayoritas pengunjung. Dari situ akan terlihat, berapa ukuran rich media banner yang bisa diterima.
Mudah-mudahan dengan berkembangnya kompresi (memperkecil ukuran file), meningkatnya kualitas sambungan Internet dan standarisasi teknologi, rich media banner ini dapat dinikmati secara luas. Contoh-contoh rich media banner dapat dilihat di http://www.eyeblaster.com
Tags: banner ad, Creative Marketing, insight, rich media banner









makasih infony ya. rada pahaman ni ttg rich media. tq- yudhy~ zixri.com
wah dahsyat…. memang banyak opportunity yang bisa di gali dari media Online, tapi ada yang lebih penting menurut saya,bahwa konsumen bukan hanya di ajak untuk melihat dan di pamerin oleh gambar tetapi bahwa menjadikan konsumen bagian dari perusahaan adalah yang terpenting karena itu adalah reward yang paling berharga buat konsumen,sehingga kita harus membangun hubungan perusahaan dengan konsumen lebih secara Humanis……ini hanya berbagi blog walking
Regards