Perusahaan yang Selalu Belajar

pic1“I think there is a world market for about five computers” — Remark attributed to Thomas J. Watson (Chairman of the Board of International Business Machines), 1943.

Kata-kata di atas sangat terkenal, sebagai prediksi yang keliru karena kegagalan IBM memprediksi pasar. Sebagai perusahaan yang besar saat itu, IBM terlalu ‘established‘ untuk mempertanyakan keabsahan business process dan asumsi-asumsinya.

Selalu berorientasi ke pelanggan, memaksa perusahaan untuk selalu belajar. Belajar memahami perilaku konsumennya, dan memperoleh insight apa sebetulnya hal yang paling bernilai dari layanan yang ditawarkan. Hal ini berujung pada perspektif untuk selalu mencari feedback, dan bergerak dari masukan-masukan yang ada.

Perusahaan yang selalu belajar dipandu oleh visi bersama yang memfokuskan energi komponen usahanya untuk memberikan nilai yang superior bagi pelanggan. Perusahaan ini secara kontinyu mencari, mengolah setiap lini pengetahuannya tentang pasar, produk dan business process. Mereka tidak segan mempertanyakan asumsi dan kepercayaan yang dipegang sejak lama terhadap bisnis mereka. Pengetahuan perusahaan ini didasarkan atas pengalaman, eksperimen dan informasi dari pelanggan, kompetitor, dan sumber lain.

Apa hubungannya dengan online IMC? Marketing lewat media online, dapat dijadikan alat utama untuk melihat trend dan mempertanyakan asumsi-asumsi. Ini karena di media Internet, seluruh marketing channel yang digunakan dapat dilacak efektivitas, dan tanggapannya. Kadang ditemukan fakta yang menyakitkan dari situ. Sudah siapkah perusahaan Anda?

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • LinkedIn
  • Digg
  • Ping.fm
  • Google
  • Print this article!
  • Technorati
  • E-mail this story to a friend!

Tags: ,

Leave a Reply

TAGS